Arsip | Desember, 2011

chapter tujuh. bagian tiga.

27 Des

My hands are tied, my body bruised
She´s got me with nothing to win
And nothing left to lose.

And you give yourself away
And you give yourself away
And you give, and you give
And you give yourself away.

With or without you
With or without you
I can’t live
With or without you.

Gue nggak mau ngomong macem-macem. Gue benci harus ngeyakinin orang. Gue benci menjelaskan tentang diri gue sendiri.

Gue pulang dari McD dengan perasaan yang campur aduk. If you love them, let them go. Kalo gue balik sama Dita sekarang, maka nggak ada justifikasi buat Ninda kemaren. Atau nggak ada justifikasi untuk hal-hal yang (mungkin) nanti akan gue lakukan. Dan gue benci orang curang yang mau dua-duanya yang takut kehilangan semua. Gue pengen benerin diri gue sendiri dulu, gue pengen mikir sendiri dulu. Gue pengen main xbox di rumah Brian, gua pengen ngunjungin sepupu gue yang di Jogja, gue pengen melihara husky, gue pengen nyoba magang di UNDP, gue pengen nyoba hal-hal yang selama ini gak sempet buat gue lakuin. Gue pengen keluar semaleman dan gue pengen ngerokok dengan jendela kebuka dan ngobrol sama tukang parkir. Gue pengen ke KFC jam 2 pagi dan merasa kesepian. Gue pengen dengerin U2 – With or Without You dan merasa ini lagu kok gue banget. Gue pengen lari pagi sampai mau pingsan.

Gue pengen.

Gue pengen sendiri. Gue bisa survive. Dita bisa survive.

Gue ketemu Dita pas gua 17 tahun. It’s been awhile since I was 17. Gue ngerasa seperti Peter Parker yang belom digigit laba-laba. Gue didesain untuk melakukan sesuatu yang hebat, yang bisa bikin bokap nyokap gue bangga.

Tapi umur gue 20 tahun dan gue belom juga berubah menjadi Spiderman.

Itulah kenapa gue mulai nulis. Esai politik, cerita pendek, cerita bersambung, Redaksi YTH, bahkan gua akan mengarang cerita palsu dramatis yang bisa dimuat di kolom saran Femina.

“Saya wanita berinisial F, berumur 27 tahun dengan anak satu, hasil luar nikah. Saya mencintai pria berinisial N yang berumur 20 tahun lebih tua dari saya, yang tinggal di kota S, sedangkan saya tinggal di kota J. sebulan sekali kami bertemu, dimana ketika itu, anak saya dititipkan ke Ibu saya, S. Ternyata, J juga berhubungan dengan Ibu saya, tanpa mengetahui bahwa kami adalah Ibu dan anak. Ibu saya masih berstatus istri dari bapak angkat saya, anaknya (saudara angkat saya) yang bernama H merupakan ayah dari anak saya (saya tidak tahu ketika itu bahwa dia akan menjadi saudara angkat saya). Saya hanya ingin tanya, YA TUHAN! APA SIH YANG SALAH DENGAN DUNIA INI?!”

Kira-kira begitu cerita-cerita yang gue tulis.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.