Henri tertegun.
“Lo mau, beli minuman di dalem situ? Tapi lo..nggak bener-bener haus kan? Maksudnya apa kayak gitu?”
Gua bisa bilang Henri sedang susah payah mengerti cara kerja otak gua.
“Lo mau bikin dia jealous apa gimana?”
Gua diam saja.
“Aku kan gay, Dit.”
UHH waktu yang kurang tepat rasanya, mengkonfirmasi your gayness padahal di depan gua ada mantan gua sedang bercakap-cakap dengan seorang skanky hoe.
“Nggak Henri, gua nggak pengen buat dia jealous. Gua cuma pengen dia liat gua. Dan gua pengen lihat gimana reaksi dia.”
Gua keluar dari mobil.
Henri ikut turun.
Jadi gua masuk, dan langsung menuju kulkas minuman.
Jadi ada meja semacam meja tinggi model meja bar di sebelah kanan convenience store, dan cooler minuman di letakkan di belakang toko. Memenuhi satu sisi dinding. Melewati meja itu.
Dan Diego melihat ke arah gua. Dan gua melihat ke arah dia.
Henri menunggu di dekat pintu.
Diego melihat Henri. Henri sedang berpura-pura memilih korek api.
Dan Ninda berbalik, untuk pertama kalinya gua melihat Ninda dengan perasaan…ah dia gak segitunya.
Gak segitunya apa?
Nggak segitu cantiknya, nggak segitu menariknya, tapi juga..nggak segitunya bikin gua marah atau nggak segitunya gua cemburu.
Setengah jalan antara pintu masuk dan kulkas minuman, gua sadar. Bagi gua, cewek ini bisa siapa aja. Cewek ini adalah konsep. Doesnt matter who. Cewek ini adalah konsep bahwa Diego bebas melakukan apa yang dia mau.
Jadi sekarang gua berdiri kayak orang tolol yang megangin pintu cooler minuman. Angin dingin menerpa muka gua.
For what seems like an eternity, Diego membuka mulutnya,
“Dit?”
Gua melongo di balik pintu cooler, gua sadar gua sedang membuka pintu rak susu. Gua memanage utnuk mengutarakan “uh. Hai” dengan muka gua dibalik kaca pintu cooler. Sesaat kemudian kacany mengembun kaena nafas gua yang panas. Yes, karena hati gua juga panas.
Ninda bengong, memperhatikan gua. Dia melihat gua seolah olah gua sedang pake pispot di kepala gua.
Jadi gua bilang, “Haloo Ninda,” dengan suara manis paling palsu yang gua bisa keluarin. Kali ini dengan kepala gua menjulur ke luar.
Terus, gua beli susu Bear Brand. Dua. Diego sekarang pasti berpikir gua mau berpesta. Ha!
My ex may be banging the shit out of this girl dan gua..beli susu bear brand.
Seriously?
Jadi 10 menit kemudian gua jedot-jedotin kepala di kaca mobil. Dan Henri meminum dua kaleng susu Bear Brand gua.