Gue pernah nelfon dia pas baru pulang main CS sama temen-temen gue, jam tiga pagi. Dan dia masih angkat telfon gue. Suaranya terdengar seolah-oleh sekarang masih jam kerja.
Gue tanya dia, “kamu belom tidur?”
“belom.” Suaranya lembut dan ringan. Tidak ada sedikitpun tanda kalau dia mengantuk.
Gue tanya dia lagi, “kenapa?”
“belom aja.”
“emangnya lagi ngapain?”
“umm, ngeliatin lampu apartemen..”
Sekedar informasi, Dita tinggal di belakang apartemen Poins Square. Kita dulu sering ngobrol di telfon sampai subuh. Sampai akhirnya kita harus bener-bener udahan.
“Sayang, udah ya, kuliah yuk”
“Okay, nanti ketemu yaa!”
Kadang kita sering nyanyi-nyanyi di telfon, jam 2 pagi. Selalu ada tema yang berbeda setiap hari. Terakhir gue ngobrol sama dia di telfon, temanya adalah soundtrack Lion King.
“In the jungle, the mighty jungle” Gue akan mulai..
“the lion sleeps toniiiight” dan Dita akan menyelesaikan dengan suaranya yang fales.
Jadi keesokan harinya, I called her again at 2 AM.
Gue tanya dia, “kamu belom tidur?”
“belom.”
Gue tanya dia lagi, “kenapa?”
“belom aja.”
“emangnya lagi ngapain?”
“umm, ngasih makan ikan.”
Tapi, ini dulu. Kalo dulu dia lebih baik ngasi makan ikan pada jam 2 pagi daripada tidur. Dan sekarang dia lebih baik “tidur” daripada angkat telfon gue, artinya..
Gue lebih buruk dari ikan.
Nggak selalu nggak diangkat sih, tapi nggak diangkat saat gue perlu dia. As if she knows how to push me away. Gue tau I shouldn’t call her anymore. But I fucking need her.
Apakah bosen itu, bahkan, suatu alasan yang bisa diterima? It wasn’t even plausible. Bosen kenapa? Karena hubungan kita nggak seseru pas SMA dulu? Seru dalam arti almost-getting-kicked out-of-school kind of seru?
Jangan tanya. Ceritanya panjang.
Tapi bukankah itu berarti we’re settling down? Gue sayang banget ama dia. Apa salah gue? Kurang sabar apa gue sama dia? Gue nungguin dia di setiap kegiatannya. Gue ngerti kalo dia mau pergi sama temen-temennya. Gue sayang sama dia nggak ada batesnya. Nggak ada syarat, nggak ada kondisi, nggak ada abisnya.
But that’s just me, because look at what she did now. She dumped me like some useless piece of shit.
Girls shouldn’t treat guys like shit.
Makanya kemarin gue jalan sama Ninda.
Tag:enam.