chapter satu. bagian empat.

9 Mar

Handphone Esia gua menyala-nyala. Sengaja emang, nggak getar, nggak bunyi.

Ooh. But I do hope it’s him.

It is.

“Ada apa?” Gua jawab sekenanya. Padahal dalam hati gua, meskipun gengsi, gua seneng setengah mati. 

“Helo.” Nada suaranya diujung sana pelan, seperti seolah-olah dia ada di sebelah gua sekarang. Perut gua turun sedikit seperti kalau turun tangga terus secara tidak sengaja melewati satu anak tangga.

Gua hampir bisa nyium bau keringet campur colognenya lagi. The familiriaty of his voice gives me chills. Please, gua tarik kembali semua omongan gua tadi.  Dengan suatu “helo” gua hampir meleleh jadi kubangan. Dia..itu sempurna.  Tapi otak gua udah terlanjur menyuruh mulut gua mengendalikan keadaan.

“Ada apa? Gua lagi nyetir.”

“I was just wondering..” Sekarang gua hampir meleleh menjadi got. 

wondering apa?” Anjing. Otak gua bekerja 10 kalo lebih cepat dari hati gua.

Gua tanya dia sekali lagi. Menjadi galak namun dibutuhkan adalah kondisi yang cukup bisa gua banggakan. I was miserable as hell.

“What are you doing tomorrow?” Sekarang got sudah berubah jadi kali.

“gua nggak bisa keluar.” Anjiiing, siapa juga yang mau ngajak gua keluar! 

“can I come to your house, then?” Sekarang kali sudah berubah jadi sungai.

Namun tiba-tiba di sungai tersebut muncul pintu bendungan raksasa, sehingga yang keluar dari mulut gua adalah, 

“fuck, no.”

“Bentar aja, I need to talk.” 

Gua terdiam untuk beberapa detik, dia pikir dia siapa bisa dateng dan pergi seenak jidatnya. Kalo dia kerumah gua besok, how do i know dia nggak terus pergi kerumahnya Ninda setelah itu? Terus apa kata nyokap gua nanti? Gua udah bilang gua putus. Gua nggak pengen ada adegan sinetron dirumah gua. 

Namun kali ini hati gua menipu otak sehingga yang keluar dari mulut gua adalah, 

“okay.”  

Perut gua turun lagi. Kali ini seperti melewati lima anak tangga.

Pertahanan gua sebagai cewek jual mahal emang cepet jebol kayak kondom gratisan, nggak usah protes.

next.

Tag:

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.